BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Sebelum Ada Nama Sukabumi, District Jampang Lebih Dulu Dikenal Belanda, Dihapus Karena Melawan

×

Sebelum Ada Nama Sukabumi, District Jampang Lebih Dulu Dikenal Belanda, Dihapus Karena Melawan

Sebarkan artikel ini
Peta Wilayah yang dibuat Belanda
PETA WILAYAH : Peta Wilayah yang dibuat Belanda dengan menyusun wilayah-wilayah kekuasaanya.

Rute ekspedisi yang dipimpin oleh sersan Scipio ini mengambil start dari muara sungai Tjimandiri (kini Pelabuhanratu). Ekspedisi ini melalui wilayah yang kemudian disebut Jampang dan sekarang Sukabumi dan akhirnya mencapai hulu sungai Ciliwung .

Bank bjb Tandamata

Di titik persingungan terdekat sungai Ciliwung dan sungai Cisadane tim ekspedisi ini membangun suatu benteng yang disebut Fort Padjadjaran (kini lokasinya tepat di istana Bogor).

Setelah adanya benteng ini ekspedisi-ekspedisi mulai intensif dilakukan. Sejak inilah muncul gagasan awal menyatukan seluruh wilayah yang pada tahap permulaan (prakondisi) membagi Preanger dari dua arah dari barat (Prefectur Jacatrasche en Preanger) dan dari timur (Prefectur Chirebon en Preanger).

Berdasarkan catatan Daghregister 31 Oktober tahun 1696 Residen Jacatrasche en Preanger ke boven Preanger. Pada tahun 1699 gunung Salak meletus yang meratakan seluruh permukaan tanah di hulu sungai Ciliwung dan sungai Cisadane.

Baru pada tahun 1701 kembali dilakukan ekspedisi via barat melalui sungai Ciliwung yang dipimpin langsung oleh seorang pejabat tinggi VOC Abraham van Riebeeck. Ekspedisi ini mencapai Preanger di Cianjur. Berdasarkan catatan dari Daghregister 1 Juni 1703 Pada tahun 1703 satu ekspedisi yang dipimpin Sergeant Theunis Helderman dari negorije Datar Cianjur ke Bandoeng

Kemudian Pada tahun 1713 Gubernur Jenderal VOC melakukan kunjungan ke Cianjur dan Bandong hal tersebut tercatat dalam Daghregister 7 Juli 1713). Boleh jadi inilah kunjungan pejabat tertinggi VOC ke Preanger, suatu titik waktu yang menandai pentingnya wilayah Preanger di mata VOC.

Pada 22 September 1714, District-district yang teridentifikasi adalah Soekapoera, Bandoeng, Soemedang, Parakanmoentjang dan Limbangan. Berdasarkan catatan Daghregister tahun 1715 dilakukan komunikasi yang intens antara Batavia dan Tjiandjoer dalam penerbitan akta (perjanjian).(*/hnd)