KOTA SUKABUMI

Museum Tionghoa Jadi Ikon Baru Kota Sukabumi

×

Museum Tionghoa Jadi Ikon Baru Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Museum Tionghoa Soekabumi
Keberadaan Museum Tionghoa di Kompleks Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menjadi ikon baru

SUKABUMI – Museum Tionghoa Soekaboemi di Kompleks Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, kini menjadi ikon baru di Kota Sukabumi.

Konsep pembangunan museum ini cukup unik. Lantai dasar misalnya, berisi koleksi sejarah Tionghoa, bahkan terdapat lukisan tembok yang menceritakan sejarah masuknya Tionghoa ke Pulau Jawa. “Lantai satu juga diisi dengan barang antik seperti alat musik tempo dulu dan tempat khusus untuk berswafoto,” ungkap Pengelola Museum Tionghoa Soekaboemi, Irman Sufi Firmansyah kepada wartawan, belum lama ini.

Bank bjb Tandamata

Ia menjelaskan, pada lantai dua museum tersebut memiliki koleksi uang kuno, fashion tempo dulu, model ruang tamu dan ibadah, koleksi peralatan rumah tangga, dan sastra Tionghoa kuno. “Lantai tiga merupakan Galeri Dapuran Kipahare dan berisi koleksi arsip dan dokumen mengenai sejarah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan di lantai empat terdapat peralatan perang dan kostum zaman perang perjuangan kemerdekaan,” ulasanya.

Menurutnya, total koleksi di Museum Tionghoa Soekaboemi saat ini mencapai sekitar 1.000 barang bersejarah. Konsep museum ini tidak hanya mengangkat sejarah Tionghoa, namun juga mewakili keberagaman Kota Sukabumi sejak zaman dulu. “Museum ini menjadi tempat bagi setiap orang untuk berkumpul, tanpa melihat suku, agama, dan ras, serta dapat berdiskusi tentang sejarah Sukabumi,” imbuhnya.

Irman mengulas, terdapat lima pendiri Museum Tionghoa Soekaboemi yakni, Satrio Hukin, Budi Hukin, Irman Sufi, Yudi Julianto, dan Vidi Jensen. “Ke lima pendiri museum ini merupakan pecinta sejarah dan kolektor barang bersejarah,” cetusnya.

Ia menambahkan, ke lima orang pendiri museum tersebut sebelumnya hanya berkeinginan untuk mengumpulkan benda bersejarah Tionghoa di Sukabumi. Tetapi, seiring perkembangan waktu ke lima pendiri museum ini banyak hubungan antara sejarah Tionghoa dan sejarah Kota Sukabumi. “Ya, akhirnya ke lima pendiri memutuskan untuk meresmikannya pada Februari 2022 lalu,” pungkasnya. (Bam)