CIKEMBAR – Rencana PT Cicatih Putra Sukabumi (CPS) yang akan melakukan aktifitas tambang di dekat objek wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh mulai menuai protes dan penolakan dari warga sekitar. Warga khawatir, aktifitas tambang batu gamping yang akan menggunakan bahan peledak ini nantinya berdampak buruk terhadap lingkungan, ekosistem dan juga kelestarian alam.
Ketua Pengelola Objek Wisata Alam Karangpara, Cecep Hidayat (39) mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya rencana dari pihak perusahaan yang akan menggunakan bahan peledak pada proses tambang batu gamping,ratusan warga Desa Kebonmanggu mengaku merasa was-was.
Sebab lokasi pertambangan berada di atas pemukiman warga dan jaraknya sangat relatif dekat. “Informasinya PT CPS ini akan menggunakan bahan peledak saat tambang nanti. Kami selaku warga yang jaraknya sangat berdekatan, tentunya khawatir atas rencana itu.
Kami khawatirkan kedepan dapat menimbulkan bencana alam. Baik itu longsor maupun pergerakan tanah,” ujar Cecep kepada Radar Sukabumi, kemarin (25/2).
Cecep dan juga warga lainnya mengaku keberatan dengan rencana perusahaan yang akan menggunakan bahan peledak saat proses tambang itu. Selain mengganggu kenyamanan warga, juga pengunjung tempat wisata akan kena imbasnya. “Lokasi tambang ini kan berdampingan dengan objek wisata Karangpara.
Kalau sampai menggunakan bahan peledak, pasti berdampak pada keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Bahkan yang paling kami khawatirkan lagi, tumpukan karang yang memukau para pengunjung ini dirusak,” imbuhnya.






