SUKABUMI — Adanya aktivitas pertambangan di wilayah Sukabumi disebut-sebut menjadi biang kerok bencana di Sukabumi, hal tersebut dikatakan Anggota DPR RI, Zainul Munasichin. Menurutnya, informasi tersebut setelah dirinya mendatangi sejumlah titik yang terdampak banjir di Sukabumi dan mengaku mendapat banyak masukan serta aspirasi terkait bencana tersebut.
“Mereka banyak mengeluhkan terkait maraknya pertambangan di wilayah Selatan Sukabumi yang dinilai menjadi pemicu bencana hidrometeorologis termasuk banjir bandang kemarin,” ujar Zainul kepada wartawan, Selasa (10/12/2024).
Untuk itu, dirinya mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium atau penangguhan sementara terhadap perizinan tambang, khususnya di wilayah Selatan Sukabumi. Zainul mengatakan bahwa aktivitas penambangan di wilayah Sukabumi dinilai menjadi salah satu penyebab banjir bandang dan berbagai bencana hidrometeorologis.

Menurut Zainul, maraknya pertambangan di wilayah selatan menyebabkan rusaknya hutan dan alam sekitar. Banyak pohon ditebang dan penggalian tanah menyebabkan lubang tambang di mana-mana. “Kondisi itu menyebabkan alam dan lingkungan rusak. Kalau alam rusak, maka akan sangat berbahaya,” ungkap anggota Komisi IX Fraksi PKB DPR RI itu.
Zainul menegaskan bahwa kondisi ini yang akhirnya menimbulkan bencana. Hal itu terbukti dengan datangnya banjir bandang yang memporak-porandakan Sukabumi. Saat hujan turun, gunung dan hutan tidak bisa menyerap air akibat kondisi tanah yang gundul. “Kerusakan alam itu menyebabkan terjadinya banjir bandang,” tegas Zainul.
Legislator asal Dapil Jawa Barat IV yang meliputi Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi itu meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap pertambangan di Selatan Sukabumi. Wasekjen DPP PKB itu mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium terhadap perizinan tambang. “Stop dulu, perizinan tambang harus dimoratorium. Karena tambang ini yang menyebabkan banjir bandang,” tandasnya.






