1. Stres
Putus cinta akan bereaksi terhadap hormon stres. Respon oleh tubuh akan mencakup pikiran yang tidak diinginkan. Break-up atau putus cinta memicu kecemasan kronis dan jika kondisi ini diabaikan, itu bisa berubah menjadi depresi.
2. Mudah Lapar dan Tidur Terganggu
Saat putus cinta tubuh cenderung melepaskan hormon stres yang disebut kortisol yang memainkan peran mengalihkan darah dari sistem pencernaan Anda. Ini dapat memicu kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS) yang akan membuat makan berlebihan atau justru tak nafsu makan.
Selain itu, kesedihan putus cinta juga mempengaruhi pola tidur. Insomnia atau hypersomnia adalah fenomena umum yang dialami orang-orang akibat putus cinta. Jika dibiarkan akan dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti turunnya metabolisme dan depresi.





