“Arahan Presiden Terpilih Bapak Prabowo, beliau menekankan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Beliau juga mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya bangsa. Ini jati diri kita. Bapak Prabowo meminta para pembantunya di kabinet nanti bekerja total,” tambahnya.
Tak heran jika sosoknya menjadi salah satu pilihan Prabowo, Fajar yang mempunyai segudang pengalaman yang bisa diandalkan. Seperti pada tahun 2009, ia mengikuti Chevening Fellowship di Universitas Birmingham, Britania Raya.
Kemudian, ia juga berkesempatan untuk mengikuti The 17 New Generation Seminar, the East West Centre, Hawai (2007), Facilitation of Dialogue Process and Mediation Efforts, Folke Bernadotte Academy, Swedia (2007), dan Program Australia-Indonesia Young Muslim Leaders Exchange (2005)..
Sejak kuliah, sosok pria berbadan jagkis ini, selain aktif menjadi pengurus IMM mulai dari tingkta daerah hingga pusat, ia juga aktif di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta. (*)






