BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Pro Kontra Denda Masker, Warga Sukabumi Nilai Terlalu Berlebihan

maskerRADARSUKABUMI.com – Rencana pemberlakuan denda Rp 100 bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker dibtempat umum menuai pro kontra dari masyarkat Kota Sukabumi. Kebijakan yang dicetuskan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini dinilai oleh sebagian pihak terlalu berlebihan.

Seperti halnya diungkapkan Jamil, salah satu warga Kecamatan Gunungpuyuh. Menurutnya, pemberlakuan denda Rp 100 ribu bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker tersebut dianggap berlebihan. Menurutnya, teguran dan sosialisi rasanya telah cukup bagi warga.

“Saya melihat terlalu berlebihan, memang bagus sih tujuannya tapi caranya. Seharusnya sih, teguran dan sosialisasi sudah cukup lah,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (14/7).

Selain itu, walaupun masker saat ini bisa didapat dengan mudah, namun tidak sedikit masyarakat yang hanya memiliki masker terbatas. Sehingga, tidak bisa menggunakan masker setiap hari saat beraktivitas di luar.

“Yang saya khawatirkan itu, warga yang hanya memiliki persediaan sedikit, sedangkan harus beraktivitas setiap hari keluar rumah. Misal saja pedagang kecil, saya harapkan agar kebijakan tersebut dikaji ulang,” imbuhnya.

Tak Pakai Masker di Tempat Umum, Siap-siap Didenda Rp 150 Ribu, Mulai 27 Juli 2020

Beda halnya komentar dari Yoga Mahpudin, warga Kecamatan Warudoyong. Menurutnya, kebijakan tersebut dinilainya cukup tepat agar masyarakat benar-benar memperhatikan penggunaan masker untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau saya sih setuju, toh itu untuk kebaikan supaya patuh. Tapi memang, denda itu baiknya tahap akhir bilamana benar-benar ngeyel tidak mau menggunakan sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam keterangannya, Ridwan Kamil mengatakan, penerapan denda lantaran masih banyak masyarakat tak bermasker saat bepergian berdasarkan hasil pengamatan dan laporan.

“Ini hasil monitor dan laporan dari Kapolda, banyak orang yang cuek tidak menggunakan masker. Nanti semua aparat bisa melakukan tilang ini. Jadi, bukan hanya polisi tapi TNI dan Satpol PP juga bisa,” timpalnya.

Ia mengungkapkan adanya pengecualian tempat tilang. “(Denda) dari Rp 100 -150 ribu kepada mereka yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Kalau di ruang pribadi itu pilihan, di rumah tidak wajib. Mau pakai silakan untuk kewaspadaan,” tuturnya.

Selain itu, tempat lainnya seperti di tempat makan yang tidak memungkinkan masyarakat untuk mengenakan masker, atau seperti yang tengah berolahraga berat, bersepeda jarak jauh atau yang lainnya.

Disamping denda, dikatakannya, ada kemungkinan opsi sanksi lainnya, bisa berupa kerja sosial atau kurungan. “Pilihan opsinya kurungan atau kerja sosial, finalisasinya sedang disiapkan pak Kajati. Dananya akan masuk ke kas daerah, terhimpun buat negara,” tukasnya. (upi/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button