JAKARTA – Meski PPKM diperpanjang sampai 23 Agustus 2021, pemerintah akan memperluas pembukaan pusat perbelanjaan dan mal di wilayah Level 3 dan 4.
Perpanjangan PPKM Level tersebut dilakukan sampai dengan 23 Agustus 2021 mendatang.
Dalam konferensi pers secara daring, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung terkait percobaan pembukaan mal dan pusat perbelanjaan.
Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan adanya implikasi yang baik. Itu didapati dari sistem PeduliLindungi yang mendapati 1,015 juta orang melakukan check in agar dapat masuk ke pusat belanja dan mal.
“Dan ada 619 orang yang ditolak masuk oleh sitem dan tidak diperkenankan untuk masuk ke pusat perbelanjaan dalam seminggu terakhir dengan berbagai macam alasan,” ungkapnya, Senin (16/8/2021).
Selain itu, hasil evaluasi penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan mal sudah dilakukan secara displin.
Untuk itu pemerintah akan memperluas kebijakan yang sama di sejumlah kota/kabupaten di Level 4 yang dapat melakukan ujicoba ini. Selain itu pemerintah juga meningkatkan kapasitas kunjungan pusat perbelanjaan dan mal menjadi 50 persen.
“Dan memberikan akses dine in atau makan di tempat sejumlah 25 persen atau hanya dua orang per meja di pusat peberlanjaan dan mal selama seminggu ke depan di wilayah Level 4,” tuturnya.
Kendati demikian, Luhut mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. “Dengan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan screening terhadap pengunjung,” tegasnya.
Menurutnya, hal ini akan membiasakan masyarakat untuk hidup displin secara terditalisasi dan membuat pola perubahan kehidupan masyarakat saat ini. “Hidup kita ini akan terjadi perubahan, gayanya, karena meyebarnya varian Delta ini,” terang dia.
BACA JUGA : Terus dan Terus! PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 23 Agustus, Luhut : Atas Petunjuk Presiden
BACA JUGA : Ratusan Ribu Rakyat Meninggal, PKS: Kenapa Presiden Jokowi Tidak Minta Maaf!
“Dan kita semua harus banyak terlibat dengan digitalisasi untuk mencoba mengontrol covid-19,” sambungnya.
Perusahaan dan Industri
Selain itu, ungkap Luut, pemerintah akan melakukan ujicoba pada perusahaan-perusahaan orientasi ekspor dan domestik. “Total karyawan akan mengikuti ujicoba ini akan mencapai lebih dari 390 ribu orang,” ungkapnya.






