BERITA UTAMA

Potret Pelajar Sukabumi Bergelantungan Diatas Jembatan Rusak Aliran Sungai Cikaso

×

Potret Pelajar Sukabumi Bergelantungan Diatas Jembatan Rusak Aliran Sungai Cikaso

Sebarkan artikel ini
Kondisi jembatan gantung menghubungkan Kecamatan Lengkong - Jampangtengah kabupaten Sukabumi rusak. (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Kondisi jembatan gantung menghubungkan Kecamatan Lengkong - Jampangtengah kabupaten Sukabumi rusak. (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Adanya Potret Pelajar Sukabumi Bergelantungan Diatas Jembatan Rusak Aliran Sungai menandakan Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi masih jauh dari kata baik.

Penampakan tersebut terjadi di Kecamatan Lengkong – Jampangtengah Kabupaten Sukabumi yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,70 meter, melintang di atas Sungai Cikaso.

Bank bjb Tandamata

Berdasarkan pantauan kondisi jembatan gantung saat ini mengalami kerusakan cukup parah, salah satu sling jembatan rusak sehingga menyisakan satu seling membuat badan jembatan menggantung sebelah, membuat warga sekitar dan anak sekolah dari dua desa yakni desa Neglasari, kecamagan Lengkong dan desa Bantarpanjang kecamatan Jampang Tengah terpaksa melintas meski berbahaya.

Seperti diungkapkan Aisyah seorang ibu rumah tangga terpaksa harus melintasi jembatan tersebut jika akan bepergian ataupun ada keperluan ke kampung sebelah hanya untuk ke kebun, pasalnya jika harus melintasi jalur lain cukup jauh.

“Iya nyebrang jalan jembatan terpaksa, setiap hari lewat sini nyeberang gelantungan, kalau bawa anak jalan bawah, jalan air nyebrang, kalau gak bawa anak lewat jembatan saja,” ujar Aisyah. Selasa, (22/7).

“Takut banget apalagi kalau airnya lagi deras, kalau sekarang lumayan enggak takut kena airnya jernih surut, ya perasaan tiap tiap mau nyebrang melintasi ke wilayah Jampang Tengah degdegan, takut,” imbuhnya.

Aisyah berharap jembatan tersebut segera diperbaiki, pasalnya akses tersebut merupakan jalan utama bagi warga melakukan aktivitas bukan hanya sekedar ke kebun namun juga bagi anak anak sekolah.

“Hapannya pengen segera dibangun, ada akses lain jalan muter lebih jauh jalan jelek, dari kampung dari kebun mau pulang ke rumah kalau muter butuh waktu lama, kalau lewat jembatan sebentar,” terangnya

Sementara itu Ruslan kadus IV Desa Neglasari mengatakan, kerusakan jembatan gantung tersebut terjadi sekitar bulan Juni dampak diterjang aliran sungai Cikaso tersebut yang meluap sehingga merusak jembatan dan menggantung sebelah.

Menurut Ruslan berbagai upaya telah dilakukan jajaran pemerintah kedua desa, dengan berembug untuk memperbaiki kondisi jembatan gantung tersebut. Namun hingga kini belum terealisasi dan direncanakan akan dilakukan perbaikan di akhir Juli 2024.

“Kondisi jembatan ini kondisinya terjadinya di bulan Juni. Ini kurang lebih satu bulan, berbagai macam upaya mungkin dari pemerintah desa Neglasari dan desa bantarpanjang ditempuh untuk usulan usulan ditindak lanjuti,” jelasnya.