SUKABUMI — Tim SAR Gabungan melalui Basarnas mulai melakukan evakuasi terhadap 71 orang nelayan yang terjebak di ujung jembatan bekas dermaga tambang pasir besi milik PT Sumber Baja Prima (SBP) di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari dalam keterangan resminya saat berada di lokasi kejadian memimpin pelaksanaan operasi SAR mengatakan Helikopter Basarnas jenis Dauphin AS-356 N3+ telah berangkat dari lanud atang sanjaya bogor pagi menuju satradar TNI AU untuk disiagakan sebagai alat utama dalam proses evakuasi terhadap 71 orang yang terjebak tersebut. “Dengan mengerahkan helikopter kita untuk melakukan proses evakuasi,” ujarnya.
“Diawali seorang rescuer basarnas diturunkan ke lokasi kejadian dengan call sign HR-3604 untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi para survivor dan membagikan logistik,” imbuhnya.
Kemudian, kata Desiana Kartika langkah selanjutnya tim Sar telah melakukan evakuasi terhadap dua orang nelayan atas nama Maman (60) warga Buniasih dan Dede amung (37) warga desa Sindangresmi.
“Dua orang nelayan itu dievakuasi tadi mengalami kelelahan namun dalam keadaan sehat, saat ini sudah dalam penanganan medis oleh petugas yang ada di Satradar 216,” jelasnya.
Ditegaskan Desiana, proses evakuasi lanjutan akan terus dilakukan sampai puluhan nelayan yang terjebak tersebut berhasil dievakuasi. “Kami masih memantau kondisi para nelayan lainnya. Jika diperlukan, mereka akan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” terangnya.
“Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung kami akan terus mengerahkan upaya maksimal dengan semua nelayan dapat terselamatkan dengan aman,” tandasnya. (ndi/d).






