SUKABUMI — Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi terpilih, Ayep Zaki dan Bobby Maulana menghadiri podcast ruang bicara yang diselenggarakan di Kantor Graha Pena Radar Sukabumi, Jalan Salabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/2).
Dalam podcast yang dihadiri langsung General Manager Radar Sukabumi Rahmad Yanadi tersebut, pasangan Walikota dan Wakil Walikota terpilih membeberkan mulai dari persiapan pelantikan yang rencananya diselenggarakan pada 20 Februari 2025 mendatang, program 100 hari kerja hingga program unggulan sesuai janji-janji politiknya.
“Untuk pelantikan kami sudah mempersiapkan semuanya sampai pakaian pun sudah sedia. Alhamdulillah pelantikan ini akan menjadi monen bersejarah dimana pelantikan ini secara serentak langsung dilakukan oleh presiden,” ungkap Walikota Sukabumi terpilih Ayep Zaki di sela perbincangan dalam podcast ruang bicara Radar Sukabumi, Rabu (12/2).
Lanjut Ayef, dalam pelantikan selama delapan hari nanti bakal ada dasar pendidikan militer terhadap kepala daerah. Hal itu, sebagai upaya untuk mewujudkan kesatun dan persatuan.
“Ya, mungkin Pak Prabowo ingin bagai mana kesatuannya terwujud, bagai mana pendapatan Indonesia melimpah. Karena itu, saya ingin Kota Sukabuni bisa menjadi yang terbaik untuk i
Indonesia khususnya dalam menjalankan Undang-unsnag dan peraturan pemerintah,” paparnya.
Adapun, lanjut Ayef, dalam 100 hari kerja pertama, terdapat 19 program yang akan digarap pada tahun 2025, termasuk kenaikan gaji RT dan RW, insentif untuk guru ngaji, marbot, linmas, posyandu, serta pemberian beasiswa.
“Kami akan menginplementasikan 19 program pada 100 hari kerja. Kami juga akan berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pajak daerah, dan aset daerah,” ujarnya.
Bukan hanya itu saja, Walikota Ayep Zaki dan Wakil Walikota Bobby Maulana juga berencana untuk membuat Kota Sukabumi menjadi terang benderang sepanjang malam, mirip dengan Jakarta sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan.
“Jadi selain kota wakaf, kami juga ada program kota terang benderang sehingga tidak ada matinya selalu ada aktufitas. Kami akan berupaya meningkatkan capaian program sesuai dengan janji politik meski tidak bisa mencapai 100 persen pada 2025 ini,” cetusnya.
Disinggung soal peran Pers dalam pembangunan daerah, Ayef menuturkan, Pers memiliki peran dalam meningkatkan kulitas pembangunan daerah Kota Sukabumi.
“Karena itu, media harus menyampaikan dan mengekspos pembayar pajak terbaik di Kota Sukabumi sehingga bagi yang pembayaran pajaknya belum baik bisa menjadi lebih baik. Media dan pemerintah bersama berupaya meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Bam)






