Di tengah Ramadan, para pengungsi harus menjalani sahur dan berbuka dengan keterbatasan. Bantuan mulai berdatangan, namun kebutuhan dasar seperti alas tidur dan tikar masih minim. “Malam dingin sekali. Harapan kami sederhana, bisa hidup normal lagi. Kalau memang sudah enggak aman, ya direlokasi,” pungkas Mahmud.
Hingga kini, aparat kebencanaan bersama pemerintah daerah terus bersiaga, memantau perkembangan pergerakan tanah, dan mengimbau warga agar tidak kembali ke rumah yang berisiko.(ndi/d)






