Pergerakan Tanah di Sukabumi ‘Goyang’ Puluhan Rumah

Pergerakan Tanah sukabumi
Jalan menjadi rusak akibat pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Gertan juga merusak rumah warga, tampak salah satu dinding retak.

SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah di Sukabumi kian meluas. Puluhan rumah warga dan infrastruktur jalan mengalami kerusakan.

Informasi dihimpun radar sukabumi, bencana yang diakibatkan guyuran hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Selatan Sukabumi pada Rabu dan Kamis 2-3 Maret 2022.

Bacaan Lainnya

Antara lain di Kecamatan Warungkiara, Bantargadung, Palabuhanratu, Cikakak, dan Kecamatan Cisolok.

Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui P2BK atau Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan, belasan rumah mengalami rusak parah dan puluhan rumah terdampak akibat bencana tersebut.

Di Kecamatan Cikakak, ada dua desa yang terdampak. Yaitu Desa Legok Peutey dan Desa Cikakak. Sebanyak 14 rumah warga mengalami rusak berat, 39 rusak ringan dan 25 rumah rusak sedang. Sebagian warga yang rumahnya rusak berat mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya.

Di Kecamatan Cisolok, tepatnya di Kampung Cilengka RT 01/05, Desa Pasir Baru, pergerakan tanah merusak tujuh rumah warga. Sehingga warga harus mengungsi ke tempat lebih aman.

Sedangkan di Kecamatan Palabuhanratu, pergerakan tanah terjadi di dua desa, yaitu di Kampung Nyalindung Desa Pasir Suren sebanyak 13 rumah rusak dan di Kampung Babakan Sawah RT 003/006 Desa Citepus sedikitnya 3 unit rumah terancam.

Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, tepatnya di Kampung Sampalan RT 01/08 Desa Bojonggaling, mengakibatkan putusnya jalan kabupaten.

Selain itu, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Warungkiara tepatnya di Kampung Cisarua RT 03/06 Desa Girijaya.

Longsoran material tanah menutup sebagian akses jalan kabupaten pengubung antara Kecamatan Warungkiara dan Cikidang. Dampak lainnya, satu unit rumah terancam dan satu unit tiang listrik khawatir terbawa longsor susulan.

Kapolsek Cikakak Polres Sukabumi AKP Catur Budiono mengatakan pergerakan tanah yang terjadi pada Rabu (2/3) lalu, awalnya hanya empat rumah yang mengalami rusak parah. Lalu bertambah menjadi tujuh rumah.

“Hari ini (kemarin, red) terdata sebanyak 39 rumah ringan, 14 rusak berat, dan 25 rusak sedang. Rumah warga yang alami rusak berat awalnya disiapkan sekolah terdekat untuk mengungsi, tetapi memilih ke kerabatnya masing-masing,” ujar Catur kepada Radar Sukabumi, Jumat (04/03).

Catur menjelaskan, selain merusak rumah-rumah warga pergerakan tanah juga merusak lahan pertanian warga.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat bencana tersebut hanya kerugian meterial. Baik bangunan maupun lahan pertanian warga dan masih dalam pendataan,” ungkap Catur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan