Adapun, sambung Astuti, dugaan perang sarung tersebut diketahui dari isi percakapan yang ada di telepon genggam kedua remaja tersebut yang telah janjian untuk melakukan perang sarung. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan Kamtibmas yang dapat mengganggu aktifitas dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Pihaknya menghimbau, masyarakat untuk tidak melakukan aksi kejahatan jalanan atau gangguan Kamtibmas lainnya yang dapat mengganggu aktifitas dan kenyamanan masyarakat.
“Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini menjadi bulan yang aman dan nyaman untuk beribadah,” pungkasnya. (bam/d)






