BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Pengakuan Keluarga Korban Longsor Proyek Double Track

×

Pengakuan Keluarga Korban Longsor Proyek Double Track

Sebarkan artikel ini
FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI SUASANA HARU: Situasi di rumah duka, Muhammad Rifki (10) warga Kampung Pakemitan, RT 1/4, Kelurahan/Kecamatan Cicurug yang merupakan korban tertimbun material longsor proyek double track Sukabumi-Bogor.

Tenyata sudah tidak ada di lokasi karena sudah dibawa ke Puskesmas. Saat saya datang ke Puskemas, ternyata anak saya sudah dibawa lagi keluar pintu dan mereka sudah tidak mampu. Akhirnya, anak saya langsung di rujuk ke RS Medicare Cicurug. Namun saat berada di IGD, anak saya tidak tertolong,” paparnya.

Heri mengaku, dirinya tak mengetahui anaknya tersebut mengalami luka apa saja sehingga tewas setelah tertimbun longsor. “Sebab, anak saya tidak sempat di visum. Karena secara logika, anak saya tidak selamat karena tertimbun tanah bercampur air,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah agar lokasi proyek double track tersebut secara standarnya harus di tutup menggunakan partisi pagar yang menggunakan seng. “Ya, artinya tidak boleh ada orang umum apalagi anak-anak yang datang ke lokasi proyek tersebut. Tapi yang sudah terjadi biarlah terjadi. Namun, saya harapkan kedepannya agar tidak terulang kembali,” bebernya.

Menurutnya, korban yang merupakan siswa kelas 3 di SDN Bangkongreang, Kecamatan Cicurug ini, akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Kampung Pojok Hanjuang, Desa Nangerang, Kecamatan Cicurug pada hari ini (11/1). “Insya Allah besok (hari ini. red) pukul 07.00 WIB atau lambatnya pukul 08.00 WIB akan dikebumikan,” pungkasnya.