Double Track Sukabumi Bogor, Tagih Janji Warga Tutup Akses Menuju Proyek di Kampung Sukawarna

Warga Tutup Proyek Doble Track
Tagih Janji Pelaksana Proyek Double Track, Warga Tutup Akses Menuju Kampung Sukawarna

BOGORPuluhan warga menutup akses jalur proyek pekerjaan double track atau rel ganda Bogor Sukabumi di Kampung Sukawarna RT02/17, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Tak hanya akses jalan menuju proyek, penutupan juga dilakukan menuju kantor PT. Nindya Karya, sejak Sabtu (19/2/2022) malam.

Bacaan Lainnya

Sekretaris RW 17 Heru Kurniawan mengatakan, penutupan akses berkaitan dengan rencana pembangunan jalan yang mereka janjikan PT. Nindya Karya di wilayah tersebut, namun tak kunjung direalisasikan hingga saat ini.

“Lewat humasnya menjanjikan akan ada pekerjaan untuk membentuk jalan, nah setelah kami tunggu ternyata belum ada pekerjaan hingga waktu yang dijanjikan, dan terakhir melakukan (mediasi) akan ada perwakilan yang datang, dan ditunggu ternyata dibatalkan (pertemuanya),” kata Heru, Minggu (20/2/2022).

“Ini hanya bentuk reaksi dari kami bahwa warga butuh kepastian, dan warga hanya butuh jalan, tidak menutup apapun itu selain jalan,” sambungnya.

Selama tuntutan warga belum terpenuhi, sambung dia, pihaknya akan tetap menutup akses tersebut.

“Ini sudah kesepakatan warga (penutupan akses), intinya menyetop pekerjaan mereka dilokasi proyek,” ucapnya.

Kekecewaan warga semakin menjadi karena selain dijanjikan untuk membangun jalan juga akan dilibatkan dalam pekerjaanya dengan titik yang sudah ditentukan sebelumnya. Apalagi, itikad baik yang ditunggu warga juga tak kunjung direspon pelaksana proyek rel ganda.

“Ini aksi kami agar direspon dan diperhatikan, kami akan menutup (akses) sampai ada kepastian,” tegasnya.

“Mengingat pekerjaan akan segera selesai jadi kami akan terus perjuangkan,” imbuhnya.

Heru juga menyayangkan pihak ketiga yang melaksanakan proyek straregis nasional itu tak mementingkan akses jalan yang dilalui sebagai aktivitas proyeknya.

“Harusnya pembangunan diutamakan jalan, agar mereka tidak terganggu,” katanya.

Saat dikonformasikan, PT Nindya Karya melalui Public Relations, Agung Nugraha mengklarifikasi pernyataan warga yang menyatakan perusahaannya menjanjikan akan membangun akses jalan di wilayah tersebut.

“Kontraktor tidak pernah menjanjikan aksesnya dibuat kontraktor,” kata Agung.

Agung menjelaskan, saat itu PT Nindia Karya menjanjikan akan membantu dalam pembuatan akses, karna pada saat mediasi terakhir warga sekitar memohon bantuan untuk dibantu membuat akses jalan tersebut.

“Intinya kita sebagai kontraktor hanya bekerja sesuai arahan dan sesuai design dari owner, diluar dari pada itu kita juga tidak meninggalkan kearifan lokal, dan membantu warga apabila dibutuhkan, tapi juga ada batas kemampuannya,” tukasnya.(ded)

Pos terkait