SUKABUMI — Proyek Jalur Ganda (Double Track) Bogor-Sukabumi dinyatakan rampung pemerintah, padahal berdasarkan rencana awal pembangunan Double Track ini mencapai 57 kilometer (km) dengan total anggaran Rp2,45 triliun, artinya pembangunan sampai ke Kota Sukabumi.
Namun, belakangan pemerintah mengklaim bahwa pembangunanya selesai sampai Cicurug dengan total panjang jalur 26,6 km. Anehnya lagi, pembangunan sampai Cicurug menelan anggaran Rp2,2 triliun beda sedikit dengan total anggaran 56 KM yakni Rp2,4 Triliun.
Sebelumnya Presiden Jokowi menyebutkan Jalur ganda yang akan dibangun selesai pada tahun 2020, namum faktanya hanya bisa tersambung hingga Cicurug di tahun 2024. “Urusan kereta api ini, saya perintahkan jalur ganda dimulai hari ini, dan saya harapkan proyek ini akan selesai pada 2020. Sebenarnya saya tadi nego 2019, tapi katanya berat. Oke, 2020 tidak apa-apa asal selesai bener, bisa digunakan,” kata Jokowi di Sukabumi kepada sejumlah wartawan Jumat (15/12/2017).
Tidak hanya menjadi pilihan masyarajat Sukabumi dan sekitarnya untuk bepergian ke Bogor dan Jakarta, jalur ganda kereta api ini diharapkan juga menjadi jalur utama arus barang yang selama ini melalui jalan raya. Angkutan logistik ini juga menjadi sumber kemacetan jalur Sukabumi ini.
Pada tahun 2017 ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat melakukan penyusunan dokumen Basic Engineering Desain (BED) Bogor-Sukabumi dan Detail Engeneering Desain (DED) jalur ganda segmen Cigombong-Cicurug.
Setelah pelaksanaan groundbreaking pembangunan jalur ganda Bogor–Sukabumi di akhir tahun 2017 ini, Pemerintah melaksanakan tahapan pertama pembangunan jalur ganda KA pada segmen Bogor Paledang–Cicurug sepanjang ±26,7 Km.
Pekerjaan konstruksi pada segmen ini direncanakan selesai pada tahun 2019. Sedangkan pada segmen Cicurug–Sukabumi sepanjang ±30,5 Km, pekerjaan konstruksi direncanakan selesai pada tahun 2020.
Adapun pembiayaan pembangunan jalur ganda KA lintas Bogor–Sukabumi ini berasal dari APBN sebesar Rp 2,45 triliun yang dilaksanakan secara multiyears. Pemerintah berharap dengan pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi dapat mendorong masyarakat untuk mau beralih menggunakan moda transportasi KA.
Selain angkutan penumpang, Pemerintah juga berharap agar pelaku industri dan perdagangan pun mau beralih untuk pengangkutan barang dari moda transportasi berbasis jalan raya menggunakan moda transportasi berbasis rel.
Diklaim Rampung
Pembangunan Double Track atau jalur ganda senilai Rp2,2 Triliun KA Bogor-Sukabumi Diklaim Selesai, padahal pembangunan hanya dilaksanakan sampai Cicurug perbatasan dengan Bogor, artinya pembangunan jalur ganda ini tidak dilakukan sampai Kota Sukabumi.
Hal tersebut dikatakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung (BTP Bandung) telah merampungkan pembangunan jalur rel ganda senilai Rp2,2 triliun pada lintas Bogor-Sukabumi.






