SUKABUMI – Sekitar pukul 07.30 WIB, nelayan yang tengah melintas untuk melaut mencari ikan, tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan bangkai seekor paus berukuran besar terdampar.
Awalnya, paus tersebut ditemukan dalam posisi mengapung di perairan sekitar kawasan Ciletuh Palabuhanratu Global Geopark (CPUGGp).
Dan penemuan bangkai Paus berukuran besar tersebut sekitar perairan pulau Kunti berdekatan dengan pantai pasir putih, desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima dari Lifeguard yang menyaksikan bangkai paus tersebut.
“Personel disana langsung melakukan pengecekan di lapangan, paus itu dalam keadaan sudah tidak bernyawa alias mati,” ungkap Tenda, Rabu (8/1/2024).
Setelah melakukan pemeriksaan, Tenda menjelaskan bahwa paus tersebut diduga terseret arus yang kuat, akibat hembusan angin dari arah barat.
“Beratnya sekitar 6 kuintal, panjangnya diperkirakan 9,5 meter, dan lebar 3 meter. Kemungkinan, paus ini sakit sebelum terdampar,” jelasnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan tersendiri, bukan hanya bagi nelayan yang menemukan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Tenda menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat, mengingat jika dibiarkan, bangkai paus dapat mencemari lingkungan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Perlindungan Margasatwa, rencana menguburkan bangkai paus di tempat yang dalam agar tidak menimbulkan pencemaran,” terang Tenda.(ndi/d)






