SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan melakukan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Rabu (16/7/2025). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Penanaman mangrove dilakukan bersama Balawista, TNI AL, perwakilan Kecamatan Ciemas, Pokmasi Mandrajaya Nusantara, dan warga sekitar. Proyek ini dinilai sebagai strategi jangka panjang menjaga ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menjelaskan bahwa Desa Mandrajaya telah ditetapkan sebagai Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) sejak 2018. Kawasan ini memiliki luas sekitar 9 hektare dengan keanekaragaman mangrove yang tinggi.
“Mangrove melindungi pesisir dari abrasi dan erosi, sekaligus berperan dalam penyerapan karbon dioksida untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Nunung, Kamis (17/7).
Selain manfaat ekologis, hutan mangrove juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang ramah lingkungan. Pengembangan ekowisata ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.






