“Kami akan segera bekerjasama dengan MUI tentang pendalaman keagamaan, terutama dalam pencegahan seks bebas bagi masyarakat luas,” imbuhnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin mengecam aksi pembuang bayi yang ditemukan warga dengan kondisi mengkhawatirkan tersebut. “Kami menilai pelaku pembuangan bayi ini sangat tidak memiliki hati nurani.
Ya, seharusnya anak yang merupakan amanah dari Allah itus dijaga dan dididik dengan baik. Bukan disia-siakan seperti ini,” jelasnya.
Sebab itu, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab peristiwa tersebut membuat masyarakat resah. Apalagi kejadian pembuangan bayi ini bukan pertama kalinya terjadi di Kabupaten Sukabumi. “Kami berharap, peristiwa seperti ini tidak terulang kembali lagi di Kabupaten Sukabumi,” timpalnya.
Direktur Lembaga Penelitan Sosial dan Agama (Lensa) Sukabumi, Daden Sukendar mengaku sangat prihatin terkait aksi seorang ibu yang nekad membuang buah hatinya di teras rumah warga.
“Kami merasa prihatin atas bayi malang yang ditelantarkan orang tuanya. Kami menilai ini tidak berprikemanusiaan,” katanya.
Sebab itu, pihaknya sangat mendukung terhadap kinerja kepolisian untuk mencari orang tua yang tidak bertanggungjawab tersebut. “Kami harap pelaku diberi hukuman yang setimpal supaya ada efek jera dan bahan pembelajaran bagi yang lain agar tidak ada lagi kejadian serupa,” tandasnya.
Selain itu, dirinya juga mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena kejadian itu merupakan bukti dari lemahnya iman. Saat ini menurutnya, tidak sedikit warga yang mendambakan keturunan.
Namun ironisnya, masih ada seseorang yang tidak bertanggungjawab membuang bayinya sendiri. “Ini jadi PR semua pihak supaya lebih peduli terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari pergaulan dan seks bebas. Karena saya melihat kasus ini bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den/d)






