Wanda yang berprofesi sebagai supir angkutan umum ini, menceritakan awal mula kisah ibunya ditemukan. Menurutnya, akhir-akhir ini kakenya kerap bermimpi bahwa ibunya harus dijemput di Pantai Citepus Palabuhanratu. “Karena kami (keluarga,red) amat meyakini bahwa ibu bakal kembali pulang. Pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 21.00 WIB, kami berangkat mengarah Palabuhanratu sekitar 10 orang,” sebutnya.
Setibanya di Pantai Citepus Palabuhanratu sekitar pukul 23.50 WIB, sambung Wanda, pihak keluarga langsung bergegas dan menyebar di titik awal hilangnya Nining. Selang beberapa saat, pihak keluarga menemukan Nining dengan kodisi utuh dan masih bernyawa tergelatak di sela-sela karang pantai.
“Tepat pukul 00:00 WIB, Bibi saya menemukan ibu. Saat itu kondisinya seperti awal mula saat hilang dengan pakaian yang sama. Namun, memang kondisi fisiknya lemas sehingga kami memanggil tim medis dari Puskesmas setempat,” beber Wanda.
Setelah tim medis Puskesmas Citepus memeberikan pertolongan, Nining lekas dibawa ke kediamannya di Kadudampit. Meskipun kembalinya Nining diluar nalar, namun pihak keluarga amat bahagia atas kepulangan Nining ini. “Pastinya kami dan seluruh keluarga bahagia, karena ibu bisa kembali pulang dan berkumpul seperti biasa. Saat ini, untuk memulihkan kondisinya ibu sementara di rawat di rumah sakit,” tutupnya.
Ditemui ditempat yang sama, Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri mengaku kaget saat mendapat informasi korban yang dulu dikabarkan hilang tenggelam, ditemukan di lokasi tak jauh dari tempat semula hilang tenggelam dengan pakaian yang sama. Okih pun langsung ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mengecek kebenarannya. “Kondisi badannya seperti sehat, tapi tatapannya kosong. Dokter juga bingung karena kondisi badannya sehat. Tinggal nanti dicek lanjutan,” papar Okih.



