Menurut Fahmi, LSL berbeda dengan lesbian, biseksual, dan transgender (LGBT). Tapi, LSL terjadi karena suasana atau situasi sehingga terjadi seks.“Kami di KPA saat ini fokus di LSL karena sudah menjadi ancaman bagi generasi mudah, khususnya di Kota Sukabumi ini,” aku Fahmi.
Untuk mengetahui LSL, lanjut Fahmi, sangat susah mengidentifikasinya. Sebab, kaum LSL dimaksud memiliki kelompok atau komunitas sendiri untuk menyalurkan hasrat bahkan mencari pasangan di luar komunitas.
“Menjadi bagian penting untuk diketahui bersama. Pemicunya internet mengakses situs porno. Menjadi perhatian dari masyarakat khususnya orang tua, yang dampaknya berakibat fatal pada anak,” tutup Fahmi.
Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi menyangkan adanya group pencinta sesama jenis atau gay yang ramai di perbincangkan di media sosial. Apalagi, group yang ada di media sosial ini mencatut nama Palabuhanratu.
Hal itu menurutnya sudah meruntuhkan moral dan nama baik Palabuhanratu. “Saya selaku warga masyarakat dan selaku anggota eewan tentu sangat menyayangkan terkait adanya grup gay tersebut. Karena, tak sesuai dengan ajaran agama Islam,” ujar Badri.
Badri berharap, kaum gay yang secara gambalang membukaan statusnya di media sosial, segera di berikan hidayah bahwa mencitai sesama jenis itu dilarang agama. “Semoga mereka sadar dengan kiprah mereka kembali ke jati dirinya yang asli. Kita sebagai masyarakat harus ikut peduli untuk memberkan kesadaran kepada mereka,” tandasnya.
(upi/cr1/e)





