“Jadi dari 20 jemaah yang menggagalkan berangkat ini, berdasarkan Kep Ditjen PHU 130/2020 bisa dilimpahkan porsinya. Jadi kalau ada jemaah yang wafat atau sakit permanen, maka bisa dilimpahkan ke anak, orang tua, suami-istri atau saudara kandungnya sendiri. Namun dari semua itu, jemaah yang uangnya dikembalikan atau ditarik hanya berjumlah dua jemaah saja,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk di tahun 2020 calon jemaah haji harus menyediakan uang kurang lebih Rp36.113.000 untuk biaya haji. Namun untuk setor awal, mereka bisa membayar Rp25 juta. Meski demikian, saat ini sesuai dengan arahan Menteri Agama, apabila ada calon haji yang siap berangkat dan bila hendak mengambil dana setoran lunas, maka akan dilayani.
“Prosedur permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji reguler 1442 hijriah atau 2021 masehi, maka jemaah haji mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan BPIH secara tertulis kepada kepala kemenag dengan menyertakan bukti asli setoran lunas dari bank penerima setoran (BPS), foto copy tabungan asli disertai dengan memperlihatkan yang aslinya, foto copy e-KTP disertai dengan memperlihatkan yang aslinya dan nomot telepon jemaah haji,” tandasnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh Calhaj Kabupaten Sukabumi, agar tetap sabar dan banyak berdoa. Karena keputusan ini telah ditetapkan pemerintah berdasarkan kondisi riil yang terjadi. Menurutnya, menjaga kesehatan dan keselamatan nyawa jauh lebih penting untuk saat ini.
“Jadi, alasan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini, karena masih suasana pandemi Covid-19. Sebab itu, mohon dimaklumi dan para jemaah agar selalu sabar dan berdoa agar wabah virus corona agar segera berakhir,” pinta Hasen.
Sementara itu, salah seorang Calhaj, Yadi Iryadi (30) asal warga Kampung Cibaregbeg, RT 02/02, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug mengatakan, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak jika pemerintah pusat memberlakukan dan memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini.
“Iya, kita maklumi juga sih. Kan sekarang sedang pandemi Covid-19. Sebenarnya saya itu mau berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji itu, bersama istri dan bapak saya. Namun, karena lagi pandemi kita gagal berangkat. Iya, mudah-mudahan tahun depan wabah virus corona ini segela sirna sehingga kita bersama keluarga bisa berangkat haji,” harapnya.






