SUKABUMI — Kasat Polair Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar mengungkapkan, puluhan nelayan yang terjebak dan terjatuh dan satu hilang tenggelam akan mencari atau menangkap ikan di dermaga yang memang sepotong atau berada ditengah laut.
“Menurut keterangan dari warga setempat dan dari satpam, dulunya itu dermaga, patah di tengahnya, jadi terputus antara badan jembatan dermaga darat dan di tengahnya, sama masyarakat nelayan tegalbuleud dipakai untuk menangkap ikan, dari pagi sampai malam sampai pagi lagi,”jelasnya.
Saat ini bersama tim Sar Gabungan, lanjut Tenda tengah mengupayakan koordinasi dengan Sar gabungan, basarnas, angkatan laut, polair dan warga nelayan, HNSI, Sarda, polsek, forkompimcam, Koramil, melakukan pencarian terhadap tiga orang yang belum ditemukan, dan juga mengupayakan para nelayan yang terjebak di dermaga patah tersebut.
“Kita menghadapi kendala sampai saat ini gelombang laut cukup tinggi 3 sampai 5 meter, jadi kita kapal kapal nelayan yang berada di sana atau kapal yang dimiliki Basarnas ataupun satpol airud tidak bisa mencapai ke tempat dimana para nelayan terjebak di dermaga,” paparnya.
“Jadi kita lagi mengupayakan, kita sudah koordinasi dengan pemilik kapal kapal besar yang ada di Palabuhanratu diminta bantuannya untuk mengevakuasi nelayan di pantai Tegalbuleud tersebut,” tandasnya.
Saat ini, tiga dari empat orang nelayan hilang tenggelam di perairan tegal buleud setelah terjatuh di terjang ombak besar tepatnya di area dermaga pasir besi di desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, kabupaten Sukabumi.
Sebelumnya Berdasarkan informasi didapat, peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi Rabu, (16/10) sekitar 06.00 Wib menimpa nelayan yang tengah menangkap ikan, yakni Dede Amung (60), Dede Yusuf (28), Rahmat (51) dan Rohmat (36).





