Setibanya di area parkir kendaraan objek wisata Curug Pareang itu, kemudian seorang ustad tersebut mengajak Yunus bersama dengan ibu haji dan suaminya menuju ke lokasi Curug Pareang dengan cara berjalan kaki.
“Waktu itu, Pak Yunus berjalan kaki sambil membawa sebuah tas yang berisi uang Rp100 juta. Sementara, sopirnya dan sekretaris pribadinya menunggu di dalam mobil,” timpalnya.
Selang satu jam kemudian, seorang ustad tersebut datang kembali ke arah parkir mobil sambil membawa sebuah tas milik Yunus.
“Setelah itu, terduga pelaku tersebut mengatakan kepada sopir rental mobil, bantuan itu tamunya gak bisa jalan karena badannya kebesaran, saya mau ke rumah abah dulu,” imbuhnya menirukan ucpan sang ustad.
Setelah itu, sopir rental mobil tersebut bersama dengan dua warga sekitar yang berada di lokasi tersebut langsung menuju ke lokasi Curug Pareang dan setibanya lokasi, Calon Bupati ini bersama ibu haji dan suaminya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jampangtengah dan selanjutnya petugas piket Polsek Jampangtengah mendatangi TKP serta kemudian membawa mereka ke Puskesmas Jampangtengah untuk mendapatkan penanganan medis,” paparnya.
Seluruh korban yang tidak sadarkan diri ini, diduga menjadi korban pembiusan. Menurut, pengakuan korban, saat mereka berada di Curug Pareang, mereka diberi minum susu beruang yang kondisinya sudah dibuka oleh pelaku yang dipanggil ustad itu.
“Saat ini, kami tengah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti untuk mengejar pelaku yang membawa uang ratusan juta milik Calon Bupati Sorong Selatan ini,” pungkasnya. (den/t)






