BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Kronologis Uang Cabup Sorong Selatan Ditilep Dukun Sukabumi

×

Kronologis Uang Cabup Sorong Selatan Ditilep Dukun Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Sementara dua orang yang berjenis kelamin laki-laki masih bisa dibopong. Iya, lumayan nanjak jalannya dengan jarak lebih dari 300 meteran,” imbuhnya.

Proses evakuasi ketiga korban ini, berlangsung sekitar 30 menit lamanya. Setiba di lokasi parkiran objek wisata, akhirnya mereka dibawa ke Puskesmas Jampangtengah untuk penanganan medis.

Bank bjb Tandamata

“Setelah kita konfirmasi dengan dua orang lainnya, salah satunya yang bernama Betzeba mengaku sebagai sekretaris pribadinya Pak Yunus. Katanya korban merupakan Kepala BPBD Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua,” bebernya.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan oleh pihak kepolisian, korban ini mengaku pada Selasa 16 Juni 2020 sekira pukul 06.00 WIB, berangkat dari Hotel Oredo Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat dengan menggunakan satu unit mobil Toyota Innova warna hitam bernomor polisi B 1329 SJB menuju ke rumah salah satu Ibu Haji yang belum diketahui identitasnya di Jalan Baranangsiang, Kota Bogor dengan maksud akan menggandakan uang.

“Iya, rencananya mereka akan menggandakan uang milik Pak Yunus sebesar Rp100 juta yang dibawanya dengan menggunakan sebuah tas selendang warna hitam,” jelas Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin.

Setibanya di Kota Bogor sekira pukul 10.00 WIB, Calon Bupati Sorong Selatan yang didampingi oleh sekretaris pribadinya ini, langsung masuk ke rumah ibu haji. Sementara Rizki yang merupakan sopir rentalnya menunggu di dalam mobil.

“Selang 30 menit, mereka bersama ibu haji dan suaminya serta seorang laki-laki yang tidak dikenal baik nama maupun alamatnya langsung berangkat menuju ke rumah bapak haji di daerah Kota Sukabumi,” imbuhnya.

Mereka tiba di Kota Sukabumi sekira pukul 13.00 WIB. Tidak lama setelah itu, mereka berangkat menuju ke Rumah Makan Panorama Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi untuk menemui seorang yang dipanggil Ustad yang diduga pelaku tindak pidana pencurian kekerasan atau penggelapan uang.

“Pada hari dan tanggal yang sama, sekira pukul 16.00 WIB, setelah bertemu dengan seorang ustad tersebut di depan Rumah Makan Panorama, kemudian secara bersama-sama melalui petunjuk seorang ustad itu, mereka semua berangkat menuju ke lokasi objek wisata Curug Pareang,” imbuhnya.