Kronologis 45 Warga Sagaranten Sukabumi Keracunan Massal

  • Whatsapp
KEracunan Masal Sagaranten Sukabumi

SUKABUMI – Keracunan makanan secara massal kembali terjadi di Sukabumi. Kali ini sebanyak 45 orang warga Kampung Babakan Sirna RT 06/ 02 Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi keracunan diduga usai menyantap hidangan acara maulid Nabi Muhammad SAW.

Informasi dihimpun Radar Sukabumi, warga mengikuti acara maulid pada Minggu (24/10) malam. Saat itu panitia memasak makanan sekitar pukul 16.00 WIB dan disantap warga malam harinya. Kemudian pada esok harinya, Senin (25/10) sekitar pukul 11.00 WIB warga mulai mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, dan muntah hebat.

Bacaan Lainnya

“Kalau jumlahnya awalnya ada 42 orang, sekarang infonya ada 3 orang lagi yang dirujuk ke Puskesmas Sagaranten jadi 45, sementara kondisi terkini 27 orang sudah dipulangkan atau rawat jalan di rumah, ” jelas Relawan P2BK Sagaranten Zaenal Mutaqin saat dihubungi Radar Sukabumi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Sagaranten Sudarna Sukmana. Korban diduga keracunan langsung dibawa ke Puskesmas Sagaranten dan sudah mendapatkan penanganan medis. Seluruh warga yang mengalami gejala keracunan sudah mendapat penanganan maksimal dari pihak Puskesmas.

“Jika melihat kondisi yang dialami pasien diduga kuat mengalami keracunan makanan. Warga yang merasakan gejala dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB siang ke Puskesmas. Jumlahnya ada 42 orang. Lalu bertambah 3 orang, sehingga total korban bertambah menjadi 45 orang. Gejalanya yang derita serupa, mual, muntah dan diare,” ujar Sudarna kepada awak media.

Setelah mendapatkan penanganan medis, berangsur-angsur sejumlah warga mulai membaik dan dipulangkan ke rumah. Dan hingga berita ini diturunkan, masih ada 15 orang yang sedang rawat inap dengan cara diinfus di Puskesmas Sagaranten untuk proses observasi. “Kondisi terkendali semua bisa ditangani, tidak ada indikasi dirujuk sementara. Sample makanan sudah diamanakan besok dikirim ke Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sagaranten, Ridwan Agus Mulyawan menambahkan dari awal laporan masuk, pihaknya langsung berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Hal itu untuk mengevakuasi warga yang masih di rumah untuk segera dibawa ke Puskesmas.

“Kami merespons kejadian tersebut dengan menerjunkan petugas Puskesmas dan melibatkan BPBD untuk segera mengevakuasi warga yang masih berada di rumah, terkena gejala serta butuh pertolongan medis,” singkat Ridwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *