Korban Retakan Tanah Nyalindung Terkatung-katung

  • Whatsapp
Masyarakat di Kampung Jati, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi saat bergotong royong mengevakuasi warga yang akan mengungsi.

SUKABUMI – Nasib warga di Kedusunan Caringin 2 dan Kedusunan Caringin 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi masih terkatung-katung. Sampai saat ini, belum ada kejelasan dari pihak pemerintah dalam penanganan untuk para korban terdampak bencana pergerakan tanah di lokasi tersebut.

Padahal, pergerakan tanah di wilayah tersebut kian hari kian sporadis. Bahkan, hingga saat ini terdapat puluhan warga terdampak telah dievakuasi oleh petugas gabungan ke rumah saudara terdekatnya. Ini sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Mekarsari, Oman Suherman mengatakan, saat ini pemerintah Desa Mekarsari telah berupaya keras dalam mengantisipasi bencana alam tersebut. Salah satunya, menjalin koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Nyalindung dan sejumlah dinas terkait.

“Bukan hanya itu, kami juga sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah soal hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang korban pergerakan tanah ini,” kata Oman kepada Radar Sukabumi, Kamis (18/3/2021).

Menurutnya, untuk huntara maupun huntap, sampai saat ini belum ada kepastian. Pasalnya, saat ini pemerintah Desa Mekarsari tidak memiliki tanah desa yang lokasinya berada di wilayah pergerakan tanah.

“Namun hasil koordinasi, paling nantinya untuk huntara dan huntapnya, akan gabung bersama warga bencana retakan tanah di Ciherang, tepatnya di Kampung Baru, Kedusunan Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung. Tanah disana merupakan milik PTPN VIII,” bebernya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *