SUKABUMI — Sampai saat ini fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di di Kampung Haji Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung belum tersedia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman pembangunan fasum dan fasos di lokasi hunian tetap (Huntap), untuk korban terdampak bencana retakan tanah yang memporak-porandakan Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, tengah memasuki lelang tender.
“Memang, fasum dan fasos itu beluk terbangun di lokasi Huntap, tepatnya di Kampung Haji BPKH Nyalindung itu. Memang kemarin jadwalnya kita sebetulnya tander dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi itu, baru diakhir,” kata Ade Suryaman kepada Radar Sukabumi pada Minggu (18/08).
“Kalau dari awal, kita menginginkan peresmian dan di akhir setelah rapih semua. Ternyata dari BPKH dan Darul Tauhid juga ingin cepat diresmikan, makanya tidak keburu untuk pembangunan fasum dan fasosnya,” ujarnya.
Pembangunan penunjang untuk huntap di lokasi Kampung Haji BPKH Nyalindung tersebut, direncanakan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi akan membangun infrastuktur jalan, drainase atau tembok pemaham tanah (TPT) dan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).






