Korban Retakan Tanah Nyalindung Terkatung-katung

Masyarakat di Kampung Jati, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi saat bergotong royong mengevakuasi warga yang akan mengungsi.

Untuk merelokasi warga terdampak, kini statusnya masih dalam tahap pembahasan. Selain itu, dirinya menjelaskan baru-baru ini telah mengikuti rapat koordinasi tahap pembebasan lahan dari Kampung Baru yang nantinya akan dijadikan lokasi tempat relokasi bagi warga terdampak.

“Berdasarkan kominikasi kami bersama Pak Bupati Sukabumi saat meninjau ke lokasi bencana ini, seandainya warga terdampak sekarang memiliki bahan dan uang, maka silahkan saja membuat huntap di daerahnya masing-masing.

Bacaan Lainnya

Nanti kalau ada anggaran, Insya Allah akan disalurkan ke masing-masing untuk huntapnya. Tetapi kalau tidak ada uang, diharapkan bersabar terlebih dahulu dan pemerintah akan mengambil sikap untuk membangun huntap di Kampung Baru itu,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris relawan bencana pergerakan tanah di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Ani Suryani kepada Radar Sukabumi mengatakan, bencana alam yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini, aktivitas retakannya masih terus berlanjut.

“Semenjak retakan ini menerjang wilayah tersebut, kini terdapat 102 jiwa dari jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 32 KK yang masuk dalam kawasan terdampak dari pergerakan tanah.

Sementara, untuk jumlah rumah yang terdampak berjumlah 23 rumah, memang kondisi tanah, sekarang aktivitasnya masih terus bergerak. Bahkan, saat ini kondisi tanah yang anjlok sudah mencapai sekitar lima meter,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, kini petugas gabungan terdiri dari relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah Desa Mekarsari dan ketua RT, RW serta kepala dusun, terus memonitor kondisi bencana.

“Selain itu, kami juga terus menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaanya. Terlebih saat hujan deras dikhawatirkan terjadi bencana susulan,” pungkasnya. (den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *