SUKABUMI – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi. Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Sekitar 3.000 Kepala Keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, menjelaskan krisis air melanda tiga kedusunan, dengan dampak paling signifikan di Dusun Sasagaran yang mencakup 416 KK. Kondisi ini diperparah oleh rusaknya bendungan irigasi akibat bencana alam tahun lalu yang hingga kini belum diperbaiki. “Sumur warga mulai mengering karena bendungan irigasi surut total akibat kerusakan tahun lalu,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (19/7).
Selain kebutuhan domestik, kemarau panjang dan kerusakan bendungan juga mengancam sektor pertanian. Sedikitnya 40 hektare lahan persawahan di desa tersebut kini kering dan terancam gagal panen karena kehilangan sumber pengairan utama.
Merespons situasi kritis ini, Pemerintah Desa Sasagaran melayangkan surat permohonan bantuan air bersih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi pada Rabu (15/7/2026). Staf Penanggulangan Bencana (PB) Markas PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana, mengonfirmasi laporan tersebut.





