WARUDOYONG – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran di musim kemarau. Menurutnya, pada musim kemarau ini ancaman bencana kebakaran lebih tinggi lantaran banyak bahan kering yang mudah terbakar.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Sukabumi ini meminta masyarat agar mengecek instalasi jaringan listrik, kompor gas dan benar-benar yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pada musim kemarau biasanya angka kebakaran meningkat di masyarakat. Sehingga, pemkot mengimbau agar warga dapat mengantisipasinya dengan meningkatkan kewaspadaan,” terangnya belum lama ini.
Fahmi juga mengimbau warga mengecek kondisi rumah terutama jaringan listrik. Ketika ada jaringan listrik yang rusak dan berpotensi menyebabkan kebakaran bisa diperbaiki sebagai antisipasi mencegah kebakaran.
“Termasuk memohon dukungan kerja sama dengan menggiatkan ronda di rumah dan lingkungan masing-masing, sebagai salah satu ciri memperkokoh ketahanan di tengah masyarakat. Di mana ketika ada kebakaran maka bisa ditangani dengan cepat dan tidak merembet ke permukiman warga,” pintanya.
Terbaru, Sebuah rumah di Kampung Ciendog, RT 02/018, Kelurahan Dayeuh Luhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengalami insiden kebakaran pada Sabtu (22/6) dini hari tadi.
Berdasarkan informasi yang diterima Radarsukabumi.com, kebakaran terjadi sekira pukul 03.15 WIB. Adapun identitas pemilik rumah diketahui bernama Sinta (23).
“Kebakaran diduga akibat konsleting atau arus pendek dari listrik yang ada pada rumah tersebut. Api dengan cepat merambat dikarenakan media rumah yg mudah terbakar namun api dapat dipadamkan sehingga tidak merembet kepada rumah yg lain,” kata Kasi Damkar BPBD Kota Sukabumi Hendar Iskandarsyah.
Rumah dengan luas 3×6 semi permanen terdapat 2 lantai. Rumah tersebut dilaporkan dihuni oleh 2 kepala keluarga (KK) dengan berisikan 7 orang jiwa. Kondisi rumah disebutkan hangus terbakar.
Tiga unit mobil Damkar dan satu unit mobil rescue pun dievakuasi untuk memadamkan api serta mengantisipasi adanya korban jiwa.
Namun beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian sementara ditaksir sekira Rp 45 juta.
(upi/t)






