Nanang menduga, retakan tanah tersebut bukan akibat adanya pergerakan tanah, namun hanya retakan biasa yang ditimbulkan dampak terjadinya kekeringan. “Terbukti sampai saat ini tidak terjadi lagi pergerakan. Itu hanya retakan tanah biasa yang ditimbulkan akibat kekeringan,” imbuhnya.
Kendati demikian, BPBD Kabupaten Sukabumi sampai saat ini masih menunggu hasil kajian yang tengah dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
“Kami masih menunggu hasil kajian dari PVMBG Bandung apakah ini pergerakan tanah atau bukan. Karena sampai saat ini hasilnya masih belum ke luar. Kami menghimbau agar warga segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila kembali terjadi pergerakan tanah,” imbaunya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara berjanji akan segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pergerakan tanah tersebut untuk meringankan beban sehari-hari.
“Kami baru melakukan pengecekan lokasi untuk mengetahui apa saja bantuan yang dibutuhkan warga. Kami akan segera menyalurkan bantuan dalam waktu dekat ini,” singkatnya. (bam/d)






