Iwan menilai bahwa penyebaran informasi di media sosial, termasuk oleh salah satu pengguna TikTok bernama Kipli, berisiko menyesatkan publik. “Jika ingin membahas sesuatu, sebaiknya tabayun dahulu. Jangan asal melempar tuduhan tanpa data,” ujarnya.
Terkait tudingan adanya intimidasi dalam mediasi sebelumnya, Iwan membantah keras. “Mediasi berjalan kondusif. Bahkan mereka yang mengaku diintimidasi sempat makan bersama. Itu bukan intimidasi, tetapi penyelesaian secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Iwan juga menilai bahwa penggiringan opini terhadap anggota DPRD PPP bisa mengandung unsur politis. “Kritik itu wajar, tetapi jangan sampai menyesatkan informasi dan merusak reputasi seseorang atau partai,” pungkasnya.(ndi/d)






