BERITA UTAMA

Jeritan Warga Palabuhanratu yang Anaknya Tewas Ditabrak Truk Perusahaan, Kami Minta Keadilan!

×

Jeritan Warga Palabuhanratu yang Anaknya Tewas Ditabrak Truk Perusahaan, Kami Minta Keadilan!

Sebarkan artikel ini
Suasana saat Nenek Nani dan Aman membersihkan rumput di area makam anaknya di kampung Tegal, Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Suasana saat Nenek Nani dan Aman membersihkan rumput di area makam anaknya di kampung Tegal, Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI – Kehilangan anak yang sekaligus tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, masih dirasakan pasangan suami istri Nenek Nani 50 tahun dan Kakek Aman 63 tahun warga Kampung Tegal Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Bagaimana tidak, anak ketiganya, Cepi (20) yang kesehariannya selalu membantu keluarga kini tinggal nama, setelah dinyatakan meninggal dunia 9 bulan lalu tepatnya 30 April 2024 lalu setelah terlibat insiden kecelakaan maut sesaat memasang spanduk dan baliho persiapan menyambut peringatan hari nelayan sekitar pukul 03.30 WIB menjelang subuh.

Bank bjb Tandamata

Saat diwawancara nenek Nani mengaku masih tidak percaya anaknya meninggal dunia dengan cara mengenaskan ditabrak kendaraan Hino Blind dengan nomor polisi B 9750 UXT yang dikemudikan Sugianto (45) warga Jakarta timur yang melaju dari arah Palabuhanratu menuju Citepus.

Hingga saat ini, kata nenek Nani, pihak perusahaan pemilik kendaraan truk Hino Blind yang dikemudikan Sugianto tersebut belum ada datang mengunjungi keluarga sekedar memberikan ganti rugi maupun hal lainnya, padahal insiden tersebut selain anaknya Cepi menjadi korban meninggal dunia, terdapat 7 orang menjadi korban mengalami luka luka dan sempat dirawat di rumah sakit.

 “Belum ada sumbangan dari pihak perusahaan itu, belum memberikan apa apa atau apalah namanya, kan waktu dulu juga jasad anak saya dibawa pulang kesini sama pak kades Cibodas dan yang lainnya, dari pihak perusahaan belum ada yang datang sampai hari ini,” ungkap Nenek Nani sambil menahan tangis.

 “Iya memang kalau gak salah satu minggu setelah kecelakaan itu ada dari pihak keluarga sopirnya kesini, meminta maaf, tapi gak datang datang lagi, apalagi dari pihak perusahaan,” imbuhnya.

Sambil membersihkan rumput di area pemakaman anaknya, Nenek Nani mengungkapkan bahwa sosok Cepi merupakan anak yang baik, rajin ibadah dan bekerja, sehingga tidak heran tidak hanya keluarga namun warga sekitar sangat merasa kehilangan atas peristiwa kecelakaan yang menimpa anaknya hingga meninggal dunia.

 “Alhamdulillah dia anaknya baik, kalau kerja atau dapat uang sering di bagi dua, ngasih kadang 200 ribu, kadang 100 ribu, gimana dapatnya besar kecilnya,” terangnya.