BERITA UTAMA

Jeritan Warga Palabuhanratu yang Anaknya Tewas Ditabrak Truk Perusahaan, Kami Minta Keadilan!

×

Jeritan Warga Palabuhanratu yang Anaknya Tewas Ditabrak Truk Perusahaan, Kami Minta Keadilan!

Sebarkan artikel ini
Suasana saat Nenek Nani dan Aman membersihkan rumput di area makam anaknya di kampung Tegal, Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Suasana saat Nenek Nani dan Aman membersihkan rumput di area makam anaknya di kampung Tegal, Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

 

 “Dia (almarhum Cepi) anaknya rajin, jarang keluyuran kalau tidak ada penting, selalu dirumah, pas kejadian itu dia lagi kerja pasang pasang itu baliho, spanduk,” sambungnya.

Bank bjb Tandamata

Nenek Nani merasa kecewa terhadap perusahaan pemilik kendaraan yang saat itu dikemudikan Sugianto, hingga saat ini belum ada itikad baik terutama memberikan penggantian atas nyawa anaknya.

 “Kecewa, tidak kesini lagi dari pihak perusahaan, gak ada apa apa, biasa saja, gak ngasih apa apa, heran gak tau kenapa, gak ada itikad baik, apa ada mengganti kerugian atau apa, tidak ada sama sekali,” paparnya.

 “Katanya sopirnya sudah tersangka, sudah sepuh (tua) yang nabraknya juga, saya secara pribadi inginnya ada itikad baik dari perusahaan, ganti rugi atau apa, almarhum sudah meninggal,” ungkapnya sambil menangis.

Sementara itu, Aman ayah dari Almarhum Cepi, mengungkapkan rasa kecewanya atas sikap dari perusahaan yang menabrak anaknya hingga meninggal dunia, yang hingga kini belum jelas tanggung jawabnya, bahkan mulai dari pengurusan anaknya di rumah sakit sampai ke rumah pihak perusahaan pemilik truk tidak pernah membantunya.

 “Semuanya dibantu pihak KNPI dan HNSI karena anak saya anggota HNSI, kemudian dibantu Pak Kades Cibodas, pak Uwok,” timpal Aman sambil memegang bahu istrinya.

Untuk itu, Aman berharap pihak HNSI dan lainnya yang terus mencari keadilan buat anaknya agar mendapat sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak perusahaan pemilik truk, dapat segera terselesaikan.

 “Alhamdulillah, Pak haji Dede Ola (Ketua HNSI) mau membantu katanya mau mengambil langkah hukum. Mencari keadilan untuk anak saya, mudah mudahan pihak perusahaan dapat terbuka memenuhi tuntutan para korban di perdata itu,” tandanya. (ndi/d).