“Ya, sangat berpengaruh. Omzet kami ikut menurun karena dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pelajar di Jabar, tetapi juga dari wisatawan luar daerah yang mungkin berpikir dua kali untuk datang,” jelasnya.
Di tengah kondisi ini, PHRI berharap adanya kebijakan alternatif dari pemerintah untuk menyeimbangkan antara efisiensi anggaran dan kelangsungan usaha pariwisata.
“Harapannya ke depan ada kebijakan lain yang bisa mengatur agar kegiatan usaha perhotelan tidak terdampak berat. Tapi ini juga jadi dilema, karena satu kebijakan datang dari pusat lewat Presiden, satunya lagi dari Gubernur. Jadi keduanya punya pengaruh langsung ke sektor usaha kami,” pungkas Husni. (ndi/d)






