Guru pun Rela Mengajar Door to Door

  • Whatsapp
Guru di SDN Gunungrosa, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Dede Intan Slamet saat memberikan materi pelajaran kepada peserta didiknya.

Dengan medan jalan cukup terjal serta akses yang sulit untuk dilalui, namun tak mematahkan semangat Dede dan juga guru lainnya untuk berkunjung ke rumah siswanya.

Bahkan setiap harinya, Dede harus berpindahpindah tempat dengan jarak 2-3 kilometer untuk mengajar. “Dari satu kampung ke kampung itu jaraknya sekitar 2-3 kilometer. Belum akses jalan yang sulit ada juga yang paling jauh sampai 5 kilometer dan medan jalan terjal.

Bacaan Lainnya

Terkadang kalau hujan, pembelajaran Guling ini diliburkan,” imbuhnya.

Dede berharap dengan program Guling ini, anak-anak bisa belajar walaupun itu hanya sebentar dan semoga pademik Covid 19 cepat berlalu.

“Alhamdulilah untuk kegiatan ini, kita mendapat dukungandari kepala sekolah. Bahkan beliau (Kepala SDN Gunungrosa, red) juga selalu rutin berkunjung ke setiap rumah siswa untuk mengecek proses program Guling ini,” tutur Dede.

Tak hanya di Kabupaten Sukabumi, kendala pembelajaran daringjuga dialamidiKotaSukabumi. Seperti salah satunya guru SDN Brawijaya, Gunungpuyuh Kota Sukabumi ini mulai menerapkan program belajar home visit sejak dimulainnya tahun ajaran baru.

Kepala SDN Brawijaya, Histato mengatakan program home visit ini merupakan ide salah satu gurunya yang juga telah disepakati oleh kepala sekolah.

Hanya saja, untuk pembelajaran dari rumah ke rumah ini berlaku hanya untuk kelas VI saja. “Pertama karena kita menilai KBM daringtidakterlaluefektif, karena banyak kendala seperti kuota dan handphone android.

Kedua alasan kita mengajar dari rumah ke rumah ini, karena untuk kelas VI yang mereka nantinya akan mengikuti ujian nasional harus lebihefektiflagibelajarnya,” tegas Tato sapaan akrabnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *