Dalam simulasi ini, pihaknya mengerahkan sebanyak 380 personil TNI, Polri dan Yonif 310 Kidang Kecana dalam mengantisipasi kerusahan massa di gudang logistik. Selain itu, berkonsentrasi pengamanan di Kantor KPU dan Bawaslu. “Kami sudah memetakan titik kerawanan. Jadi atensi Kodim dan Polri maupun aparat kemaanan lainnya fokus saat pra ataupun selama dan setelah pelaksanaan pemilu,” jelasnya.
Dijelaskan Mujahidin, simulasi ini lebih mengutamakan sinergitas sesuai dengan standar operasional persedur (SOP) yang ada di masing-masing institusi. Lantaran, kerjasama merupakan modal utama untuk suksesnya pengamanan. “Kami utamakan adalah kerjasama yang kompak, saling mengisi antara TNI dan Polri dalam mengatasi setiap perkembangan situasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami mengatakan, simulasi ini merupakan salah satu persiapan dan koordinasi menjelang Pemilu 2019. “Pengamanan untuk menjamin kondisi di gudang logistik maupun kantor KPU Kota Sukabumi,” katanya.
Pertimbangan pemindahan gudang logistik ke Jalan Cemerlang kata Sri untuk alasan keamanan. Selain itu, kapasitas gudang di Kantor KPU Kota Sukabumi tidak bisa menampung logistik yang cukup banyak. Di dalam gudang terdapat perlengkapan logistik seperti surat suara dan bilik suara. Perlengkapan ini merupakan salah satu logistik yang harus diamankan.
” Kotak suara sebanyak 5.407 unit dan 3.000 bilik suara untuk 232.961 pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) 2. Kalau nanti dirangkai, butuh tempat lebih banyak gudang ini cukup untuk itu,” jelasnya. (bal)






