BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Geng Motor Ngamuk di Bhayangkara

×

Geng Motor Ngamuk di Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

“Edi berusaha menjegat gerombolan bermotor itu, agar tidak masuk ke warung. Apalagi di dalam warung terdapat dua orang anak kecil yang tengah memakan nasi goreng,” paparnya.

Karena jumlah mereka lebih banyak, maka Edi tidak kuat menahan segerombolan bermotor itu, masuk dengan mambabi buta.

Bank bjb Tandamata

“Saya melihat Edi dibacok menggunakan samurai di bagian pipinya sebelah kanan. Setelah itu, mereka membacok punggungnya. Mereka datang banyak sekali menggunakan berbagai jenis senjata tajam. Seperti gear yang disambung menggunakan tali sabuk, samurai dan clurit. Bahkan, pinggang kiri Edi dibacok menggunakan clurit itu,” tandasnya.

Saat peristiwa tersebut, Arta tidak bisa berbuat banyak selain berusaha menyelamatkan dirinya beserta anak kecil tersebut, agar tidak menjadi korban keganasan kawanan aksi geng motor.

“Saya kasihan juga, setelah melihat Edi dibacok menggunakan clurit langsung tergelatak. Setelah kawanan geng motor itu pergi meninggalkan warung langsung saya bersama teman-teman membawa Edi ke Bunut (RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi), untuk mendapatkan perawatan dari tim medis,” imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, korban pembacokan aksi geng motor, Edi mengaku, telah dibacok oleh kawanan geng motor karena telah berusaha menjegalnya agar geng motor tersebut, tidak masuk ke dalam warung yang di dalamnya terdapat sejumlah anak kecil.

“Saya, tidak mengetahui dan mengenal segerombolan geng motor tersebut, karena seluruh wajahnya telah ditutupi oleh masker. Hanya saja saya melihat mereka membawa bendera,” ucapnya.

Pihaknya merasa geram, terhadap aksi kejahatan geng motor tersebut, sebab tanpa diketahui alasannya, tiba-tiba dirinya dihadang kawanan geng motor yang melengkapi diri mereka dengan senjata tajam seperti samurai, parang, dan clurit.

“Saat itu juga, para pelaku langsung menyerang membabi buta, menghunjamkan senjata tajamnya kepada saya. Sampai saya, terjatuh, mereka menginjak-nginjak badan saya hingga tangan sebelah kiri saya patah,” ucapnya.

Ia berharap, kawanan geng motor tersebut, dapat ditangkap secepatnya. Sehingga peristiwa tersebut tidak terulang kembali memakan korban akibat kebrutalan kawanan geng motor.

“Saya berharap kepada pihak kepolisian agar dapat segera menangkap mereka yang telah membuat keonaran dan mengganggu ketertiban umum. Apalagi aksi mereka ini tidak pandang bulu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungpuyuh AKP Kosasih melalui Kanit Reskrim Polsek Gunungpuyuh IPTU Peri, menjelaskan, pihaknya mengetahui peristiwa tersebut, bermula dari laporan warga, bahwa di wilayah hukum Polsek Gunungpuyuh telah terjadi peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh segerombolan bermotor. “Waktu itu, saya tengah melakukan patroli rutin bersama anggota. Setelah mengetahui peristiwa tersebut, ia langsung bergegas menju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari keterangan dari sejumlah saksi,” jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku penganiayaan tersebut. “Kami belum bisa menyimpulkan segerombolan motor ini, merupakan dari geng motor mana.

Karena, berdasarkan penyelidikan sementara, mereka ini menggunakan penutup wajahnya dengan masker. Sehingga kami sulit melacaknya. Hanya saja, kendaraan yang mereka gunakan sudah kami ketahui tinggal dilakukan pengembangan.

Insya Allah dalam waktu dekat dan barang buktinya jika sudah akurat, para pelaku akan kami ciduk. Sementara, untuk korban pembacokan pada malam itu, juga sudah kami bawa pulang untuk diantarkan ke rumahnya setelah dilakukan pengobatan di rumah sakit,” pungkasnya. (cr13)