PEMKOT SUKABUMI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kembali melakukan rotasi dan mutasi di tubuh pemerintah Kota Sukabumi. Kali ini ada 53 penjabat yang diambil sumpah jabatan. Dari 53 penjabat itu diantaranya delapan orang esselon II atau setingkat Kepala Dinas yang dirotasi. Dari jumlah tersebut, masih ada sebanyak delapan jabatan eselon II yang mengalami kekosongan.
” Iya ini nanti kita open bidding, makanya harus dirotasi dulu jadi tahu mana yang kosong, yang akan di open biddingkan,” ujar Fahmi usai melakukan pelantikan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi pada Rabu (5/2).
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi delan jabatan eselon II yang kosong diantaranya, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Asisten Daerah I Kota Sukabumi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) dan Inspektorat. ” Open biding ini akan secepatnya kita laksanakan, agar mempercepat kekosongan di SKPD,” akunya.
Dalam proses open bidding itu kata Fahmi, tentunya memerlukan waktu yang cukup lama. Dari mulai proses pengajuan ke KASN sampai dengan tes itu mencapai 2 bulan lebih. “Kita akan proses secepatnya. Untuk yang kosong kita PLt terlebih dahulu,” jelasnya.
Fahmi menambahkan, pelantikan ini juga mengacu pada undang-undang yang mengamanatkan kepada kepala daerah selaku pejabat pembina kepegawaian. Termasuk kewenangan melantik diantaranya para pejabat yang dianggap mampu mengemban amanah.
“Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi dalam rangka pencapaian target pembangunan,” tambahnya.
Lanjut dia, pelantikan eselon II berdasarkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara, di mana seluruh pejabat eselon dua telah uji kompetensi pada 2019. Dari hasil uji kompetensi disampaikan nama seluruh pejabat eselon dua beserta prioritas kemampuan penempatan dan kinerja terbaik.
” Mutasi dan promosi adalah hal biasa di dalam organisasi dan diharapkan para pejabat dapat menjalani proses dengan sebaik baiknya,” ungkapnya.
Menurut Fahmi dalam rotasi ini tidak menuntup kemungkinan adanya kekecewaan karena tidak ditempatkan sesuai harapan.
Namun, apa yang dilakukan kali ini sesuai dengan kebutuhan dan diharapkan mampu mempercepat pembangunan. Sehingga tidak perlu gaduh dan ramai tapi jalani dengan sebaik-baiknya.
“Kecewaan adalah hal wajar begitu pun kebahagian. Para pejabat ini menjadi ‘pasukan tempur’ dan semoga diberikan kemudahan membangun Sukabumi serta mari berkolaborasi dan saling menjaga Sukabumi kita,” pungkasnya.






