Evakuasi Puing-puing Korban Banjir Bandang Cicurug Terkendala Cuaca

  • Whatsapp

SUKABUMI — Evakuasi puing-puing korban banjir bandang terkendala cuaca. Berdasarkan pantauan dilokasi, hujan mulai turun membasahi lokasi. Sebagian warga mulai melakukan pembersihan bongkahan rumah yang terdampak banjir. Namun, akibat cuaca tak bersahabat sebagian menghentikan aktivitasnya. Sejumlah, alat berat sudah diturunkan. Terpantau ada dua alat berat yang sudah diturunkan di Lokasi. Namun, belum bisa dijalankan menunggu cuaca kembali normal.

“Ia alat berat sudah ada, ada dua yang sudah diterjunkan dilokasi. Tapi belum maksimal karena cuaca masih mendung dan hujan mulai turun, “ujar salah seorang relawan dilokasi kepada Radarsukabumi.com dilokasi.

Bacaan Lainnya

Sebagian relawan dan warga yang awalnya berkrumun mulai meninggalkan lokasi. Untuk sementara evakuasi dihentikan, menunggu cuaca kembali normal.  “Untuk sementara kita lihat situasi dulu apakah mulai evakuasi atau tidak, hujan masih tinggi,”cetusnya.

Sebelumnya, lokasi bencana banjir bandang jadi tontonan, tak hanya relawan tetapi sejumlah warga yang penasaran terang bencana ini mulai berdatangan. Bahkan, secara spontan warta setempat menbuat parkiran di lokasi.

Salah seorang warga Dudih Sunarya (45) mengatakan sejak pagi sejumlah warga sekitar dan sejumlah relawan terus berdatangan ke lokasi. Ada yang membantu evakuasi ada yang hanya menonton saja.

“Ia pak sejak pagi warga berdatangan sejumlah relawan pun sudah ada dari berbagai instansi, “jelas Dudih kepada Radar Sukabumi.

Diketahui sebelumnya, Dua korban bencana banjir bandang yang menyapu ratusan rumah tersebar di 12 desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Senin (21/09) sore ditemukan di aliran sungai sekitar 10 KM dari Tempat kejadian.

Informasi yang dihimpun, kedua jasad tersebut adalah Hasim (70) warga Kampung Aspol RT (04/ 07) Kelurahan Cicurug dan Jeje Jured (58) asal Kampung Cijolong RT (05 /05) Desa Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasik.

“Sudah ditemukan dan bahkan sudah dimakamkan, yang pertama ditemukan diwilayah Tenjojaya Cibadak atas nama Hasyim, satu jenazah atas nama Jeje Jured ditemukan diwilayah Parungkuda, “jelas salah seorang relawan di lokasi kepada Radar Sukabumi.

Diketahui saksi mata yang juga tetangga korban Fery Firmansyah (48) mengatakan Hasyim korban Hasyim terseret banjir bandang saat berada disekitar sungai mengambil pasir. Menurutnya, Hasyim sudah 20 tahun bekerja kuli di lokasi tersebut. Nahasnya lagi, rumah hasyim pun ikut terseret musibah ini.

“Saat ini jasad korban sudah dibawa ke kediamannya dan langsung disemayamkan. Korban juga meninggalkan tiga orang anak dan istri bernama Biah,” kata Fery.

Sementara itu, jasad korban lainnya yakni Jeje Jured (58) asal Kota Tasik. Ia dikabarkan terseret arus sungai Cibuntu sesaat melakukan aktivitas seperti biasanya sebagai buruh di Pabrik Roti.

“Posisi Mertua saya ini saat di dalam Pabrik Roti. Namun, tiba-tiba air deras menghantam lokasi ini hingga terbawa banjir,” ungkap Ade Dias menantu korban.

Rencananya, kata Ade jasad Jeje pun langsung di bawa ke Kampung halamannya di Kampung Cijolong RT (05 /05) Desa Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasik.

“Langsung di bawa dan dimakamkan di tempat kediaman duka di daerah Tasik Jawa Barat,” pungkasnya.

Sementara satu korban lagi sudah ditemukan dan sedang dievakuasi di Aliran sungai pamuruyan Cibadak atas nama Ajo. Namun, hingga kini keberadaan mayat Ajo masih diidentifikasi pihak kepolisian. (hnd)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *