Mirisnya, meski mengakibatkan luka parah dan melibatkan senjata tajam, motif utama tawuran ini disebut tidak jelas. “Masalahnya hanya ego antar-komunitas yang janjian bertemu, namun posisi pertemuan tidak sesuai dengan kesepakatan di media sosial,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Djubaedi mengimbau keras sekaligus persuasif kepada pelaku lain yang masih buron. “Saya mengimbau kepada pelaku yang terlibat untuk segera menyerahkan diri ke Polsek Cibadak. Kami tidak akan berhenti mengejar sampai kasus ini tuntas,” pungkasnya. (den/d)






