SUKABUMI – Teka-teki aksi kekerasan jalanan yang melukai lima pemuda di Jalan Nasional, perbatasan Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu (1/2/2026) dini hari itu ternyata merupakan aksi tawuran yang dipicu provokasi salah satu kelompok.
Kapolsek Cibadak Resor Sukabumi, AKP I Djubaedi, menjelaskan bahwa kepolisian bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan pada subuh hari. Hasilnya, empat orang terduga pelaku berhasil diringkus dan kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Cibadak.
Kronologi bermula saat seorang pemuda berinisial K, dari grup Ciambar Street, menggalang massa melalui media sosial. Ia mengajak rekan-rekannya di wilayah Cibadak dengan dalih mengambil satu unit sepeda motor Yamaha Aerox di Parungkuda. “Sekitar pukul 01.00 WIB, kelompok ini bergerak dari Cibadak menuju Parungkuda dengan jumlah sekitar 13 hingga 15 orang. Motif awalnya diduga ada perselisihan terkait motor tersebut,” jelas Djubaedi.
Namun, aksi di lokasi pertama urung terjadi setelah warga melapor ke Polsek Parungkuda. Aparat segera membubarkan kerumunan sebelum bentrokan pecah. Sayangnya, tensi panas berlanjut. Saat sebagian kelompok kembali ke arah Cibadak, mereka bertemu dengan kelompok lawan di perbatasan Pamuruyan. Penyelidikan polisi mengungkap bahwa kedua kubu sudah saling berkomunikasi dan janjian untuk bertarung.
“Ini bisa dibilang tawuran karena mereka sudah janjian melalui pesan singkat di Instagram dan WhatsApp. Pertemuan itu pecah di lokasi TKP sekitar pukul 04.00 WIB,” ungkap Djubaedi.
Akibat bentrokan tersebut, lima pemuda menjadi korban. Empat orang harus dirawat intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak, sementara satu korban lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan ringan.
Pasca-kejadian, tim gabungan Polsek Cibadak melakukan olah TKP dan menyisir rekaman CCTV. Pada Senin (2/2/2026) malam, polisi berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembacokan. Bersamaan dengan penangkapan, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam: satu bilah samurai, dua bilah celurit, dan satu bilah corbek.
“Kami masih melakukan pendalaman mengenai peran masing-masing pelaku. Nama-nama terduga lainnya sudah kami kantongi,” tegas Djubaedi.






