Menurutnya, kendati sudah ada beberapa rambu lalu lintas yang memberitahukan bahwa ada pengerjaan pendestrian. Namun, sejauh ini masih ada beberapa yang masih kurang seperti lampu penerangan saat malam hari.
“Ya, beberapa rambu sudah terpasang tapi perlu dilengkapi. Misalnya, lampu penerangan saat malam hari, untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas mengingat banyak material untuk pembangunan di badan jalan,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, berdasarkan saksi yang melihat kejadian sekitar pukul 7.15 WIB pohon di pinggir Jalan Siliwangi tumbang dan menimpa dua kendaraan sepeda motor.
“Adapun penyabab kejadian, diduga akibat tanah sekitar pohon sudah digali dan akarnya dipotong oleh pekerjaan pembuatan saluran air untuk pembangunan pedestrian hingga pohon tidak kuat menahan beban dan angin,” singkatnya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan pedestrian Jalan Siliwangi yang dikerjakan CV Firan Jaya Sampurna tersebut mulai direalisasikan sejak 13 April hingga 11 Agustus 2023 dengan sumber anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat senilai Rp4.603.394.950. (bam)






