Terkait masalah tersebut, Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi, Ceng Mamad menjelaskan, kondisi Aditya sebelum berangkat pada Selasa, (9/1) terlihat sehat dan sempat mengantar guru pembimbing untuk menjemput salah seorang temannya yang terlambat. “Tetapi temannya itu tidak ikut karena sakit, akhirnya pulang lagi,” jelas Ceng.
Ketika pihanya samapai di Bandung lanjut Ceng, almarhum mulai mengeluh pusing. Namun, ketika itu Adit masih ikut berkunjung ke Istitut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu ia juga, makan siang dan sempat salat.
“Karena Adit mengeluh pusing, maka langsung ditanya pembina, tapi dia bilang masih kuat,” katanya.
Diterangkan dia, sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan tiba di Kampung Nagreg. Adit pun sempat mau turun bus, namun kondisinya tidak fit. Sekitar pukul 21.00 WIB, kembali mengeluh sakit dengan muntah-muntah di daerah Ciamis.
Setelah di pijat oleh pembina, Aditya pun mulai sedikit baik dan langsung istirahat. Pada Rabu (10/1), sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan tiba di Yogyakarta.
“Almarhum saat itu masih bisa makan dan turun bus. Tapi, sekitar pukul 10.00 WIB, Adit drop serta tidak bisa mengikuti kegiatan,” terangnya.
Karena mulai drop, sehingga tidak bisa ikut ke UGM, hanya menunggu saja. Tim medis terus melakukan pemantauan. Karena, ada tim medis yang selalu on call dengan dokter terkait penanganannya. Karena kondisi kurang membaik, minum dan makan sedikit. Sempat diinfus sambil menunggu, kemudian makan siang dan diberi minum. Pada pukul 14.30 WIB, Adit harus dirujuk dan dibawa ke ruang UGD RSUD Yogyakarta.
“Saat itu masih bisa komunikasi, guru-guru juga menguatkannya biar Adit bisa tenang dan semangat untuk bisa sembuh,” imbuhnya.
Saat korban di RS itu, ada guru yang menemani sampai pukul 8.00 WIB pagi. Kamis (11/1), keluarga datang karena kondisinya harus ditangani serius. Ada keputusan harus di cuci darah. Sekitar pukul 19.00 WIB malam harinya, ada kabar jika Adit telah meninggal dunia, namun ternyata kabar itu tidak benar.
“Pada Jumat (12/1), saya umumkan ke anak-anak agar berdoa yang terbaik untuk kesembuhan Adit. Karena memang setiap Jumat itu, ada shalat Dhuha berjamaah. Namun pada Pukul 17.00 WIB, Adit meninggal dunia, kemudian dibawa pulang keluarga,” sahutnya.(cr16/e)



