Doakan, Sebanyak 18.752 Jamaah Siap Berangkat Umrah

Umroh
DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN: Petugas memberikan kawasan Masjidilharam dengan disinfektan saat para jamaah melaksanakan tawaf mengililingi Kakbah di Makkah (17/7). (AMR NABILA/AFP)

JAKARTA — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan sampai saat ini belum ada kepastian kapan Arab Saudi membuka pintu kedatangan jamaah umrah dari Indonesia. Meskipun begitu Zainut mengatakan sudah ada 18 ribu lebih calon jamaah umrah yang siap diberangkatkan.

Zainut berharap para calon jamaah umrah itu bersabar dan menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia. Dia berpesan jangan sampai menjadi korban informasi palsu atau hoax. ’’Sebanyak 18.752 jamaah sudah siap berangkat umrah. Mereka sudah ada tiketnya,’’ katanya di seminar umrah bertajuk Ibadah Umrah Dibuka, Sudah Siapkah Kita yang digelar Jagat Bisnis pada Rabu (22/9).

Bacaan Lainnya

Politisi PPP itu menegaskan sampai saat ini pemerintah Indonesia belum menerima informasi resmi dari Saudi kapan bisa kembali mengirim jamaah umrah. Namun dia memastikan pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi, konsolidasi, dan lobi-lobi kepada pemerintah saudi.

Dia mengakui ada sejumlah ketentuan umrah yang memberatkan. Diantaranya adalah kewajiban transit selama 14 hari di negara ketiga. ’’Tentu ini sangat memberatkan dari sisi biaya dan penggunaan waktu,’’ katanya. Untuk itu pemerintah Indonesia tetap berpenderian bahwa pemberangkatan umrah yang efektif dan aman adalah direct flight atau penerbangan langsung tanpa transit.

Dalam kesempatan itu Zainut juga menyinggung soal barcode sertifikat vaksin Covid-19 Indonesia yang belum terbaca sistem imigrasi Arab Saudi. Dia menjelaskan saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia sedang melakukan sinkronisasi barcode atau QR Code dengan sistem di Arab Saudi.

Dia berharap dalam waktu dekat QR Code atau barcode vaksin Covid-19 Indonesia sudah bisa terbaca oleh sistem di Arab Saudi. Selain itu Zainut mengatakan Kemenkes Indonesia juga terus berkomunikasi dengan pemerintah Saudi supaya ada satu persepsi tentang penanganan Covid-19.

Pos terkait