Saat mengetahui bencana tanah longsor itu, ia mengaku langsung menghubungi pemerintah kecamatan, pihak kepolisian dan kini BPBD juga sudah hadir di lokasi untuk memonitor perkembangan tanah longsor tersebut. Namun demikian, petugas gabungan saat ini belum bisa mengevakuasi secara optimal. Karena, kondisi tanahnya masih terus bergerak dan dikhawatirkan ada longsor susulan sehingga menimbulkan adanya korban jiwa.
“Makanya, kita diamkan dulu sampai sejauh mana tanahnya ini bergerak. Kami juga belum melakukan asessment dan inventarisir kerugian,” paparnya.
“Kami berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan unsur relawan lainnya dapat membantu meringankan beban warga kami, terutama dari doa yah,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Cibadak Abdul Naafi mengatakan, pihaknya membenarkan terkait bencana tanah longsor yang merusak 10 rumah dan mengancam empat unit rumah penduduk di wilayah desa tersebut.
“Setelah kami mengetahui kejadian ini, kami langsung bergegas ke lokasi kejadian bersama unsur lainnya,” katanya.
Untuk penanganan sementara, kata Abdul, pemerintah Kecamatan Cibadak bersama petugas gabungan lainnya telah melakukan evakuasi bagi rumah warga yang berdekatan dengan lokasi longsor, untuk sementara waktu dikosongkan terlebih dahulu. “Iya, jangan sampai saat terjadi longsor menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya. (den/d)






