SUKABUMI — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi pada Selasa (21/4) memicu rentetan bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat sedikitnya enam kejadian yang mayoritas melumpuhkan akses jalan warga.
Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan cuaca ekstrem sejak dini hari hingga sore hari mengakibatkan tebing dan bahu jalan di beberapa titik ambruk. “Kami menerima laporan mulai pukul 04.00 WIB, longsor terjadi di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Material tanah sempat menutupi saluran irigasi dan mengancam satu rumah warga milik Bapak Acun yang dihuni lima jiwa,” jelasnya, Rabu (22/4).
Titik bencana lainnya tersebar di Kecamatan Kabandungan, Bantargadung, Jampangtengah, dan Cisolok. Dampak paling signifikan terjadi di Desa Bantaragung, Kecamatan Bantargadung, di mana pergerakan tanah memutus jalan desa sepanjang 10 meter. “Jalan tersebut merupakan penghubung tiga kedusunan dan kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Warga terpaksa memutar sejauh 3 kilometer melalui jalan alternatif,” tambah Daeng.
Selain itu, longsor juga menutup badan jalan di Desa Bojongtipar dan Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, serta di jalur provinsi Cimaja–Cibareno, Kecamatan Cisolok. Di Jampangtengah, material longsoran menutup badan jalan secara total sehingga tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.






