“Bagus itu, kalau siang selalu ada dikamarnya dan jika kelaur ia selalu pada malam hari. Dia tinggal sendiri disisni. Sementara untuk keseharinya saya tidak tahu percis. Karena saya jarang dikontrakan lantran bekerja di pabrik. Namun, kalau malam hari saya sering mendengar ia mengaji,” kata Rizki yang lokasi kontrakannya berada di samping kontrakan Bagus yang digeledah polisi.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan belasan personil untuk membantu dan membackup Densus 88 untuk melakukan penggeledahan di lokasi kontrkan terduga teroris.
“Di kontrakan ini, turut diamankan seorang perempuan bercadar hitam yang diduga merupakan istri dari Bagus,” jelasnya.
Hasil dari olah tempat kejadian perkara tersebut, petugas selain membekuk dua orang terduga teroris, juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berhubungan dengan kegiatan teroris. Diantaranya, busur dan anak panah, camera digital, celana loreng theatrical, bambu bahan pembuatan anak panah, sejumlah senjata tajam sejenis sangkur, beberapa buah buku yang berisi Jihad dan sebuah tulisan dalam kertas yang berisikan, Saya Bangga Mati Syahid Di Jemput Bidadari dan satu unit sepeda motor Honda Kharisma bernomor polisi G 2788 KB.
“Sekira pukul 11.20 WIB, Tim Gabungan Reskrim Polres Sukabumi dan Densus baru selesai olah TKP dan mengamankan barang bukti. Saat ini, rumah kontrakan itu masih dipasang garia police line,” ujarnya.
Ketika disunggung mengenai penggeledahan kontrakan tersebut, dirinya tidak bisa memberikan keterangan lebih dalam. Sebab, kasus tersebut merupakan kewenganan pimpinannya.
“Untuk itu, saya tidak mengetahui secara pasti apa masih ada jaringan terduga teroris di wilayah hukum kami. Namun, yang pasti kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung sehingga saat melakukan olah TKP dapat berjalan tertib dan aman,” pungkasnya.
(cr13)





